azzam rasyid muaffaq (asal usul wewe gombel)
(asal usul wewe gombel)
Ternyata Ini Kisah Asal-Usul Wewe Gombel Hantu Penculik Anak, Bermula dari Wanita Cantik di Zaman Majapahit Asal-Usul Wewe Gombel Hantu Penculik Anak, Bermula dari Wanita Cantik di Zaman Majapahit
Mitos yang banyak dipercaya masyarakat ialah anak-anak yang berkeliaran saat magrib atau malam hari akan diculik wewe gombel , Wewe gombel atau nenek gombel dalam tradisi jawa berarti roh jahat atau hantu yang suka menculik anak-anakwewe gombel dipercaya berasal dari bukit Gombel di Semarang, Jawa Tengah. Zaman dahulu ketika kerajaan Majapahit sedang berada di puncak keemasaannya terdapat seorang wanita cantik jelita bernama Gendis. Ia menikah dengan Sanjaya, seorang petani sederhana, dan tinggal terpisah dari perkampungan warga.Keduanya dikaruniai anak laki-laki yang membantu mereka bekerja. Semula kehidupan mereka sangat bahagia. Setiap panen mereka akan ke pasar untuk menjual hasil buminya yang menyebabkan warga riuh karena kecantikan Gendis. Lama-lama Gendis merasa risih karena pujian yang berlebihan dan beberapa orang yang menatapnya dengan nafsu, padahal Gendis selalu didampingi Sanjaya suaminya.Perkelahian pun tak terhindarkan dan membuat anak Sanjaya ketakutan. Tapi, bukannya dilerai, warga justru menyoraki dan menjadikannya tontonan hingga datang petugas kerajaan. Akibat ulahnya, Karta dijatuhi hukuman 13 hari kurungan. Begitu keluar dari masa kurungan Karta yang masih menyimpan dendam mendatangi tukanng santet paling sakti di desanya. Ia meminta agar Sanjaya mati secara perlahan. Santet itu bekerja dan membuat Sanjaya jatuh sakit. Gendis berupaya mengobatinya, namun tidak ada hasilnya. Keadaan Sanjaya semakin memburuk dan akhirnya meninggal dunia. Gendis bersama anaknya kemudian bersusah payah menguburkan sendiri jenazah Sanjaya. Kabar kematian itu lekas menyebar. Gubuk Gendis dan anaknya di tengah hutan menjadi ramai dikunjungi orang yang berupaya merayu Gendis untuk menjadikannya istri. Ada yang perjaka hingga yang sudah punya istri empat, ada yang miskin bahkan sampai saudagar kaya, namun Gendis selalu menolak dengan halus. Karta juga berupaya merayu Gendis, ia bahkan sudah melama4 4 kali datang dan tega menceraikan istrinya. Marah karena selalu ditolak, Karta berupaya menodai Gendis dengan paksa. Namun, anak Gendis berhasil memukulnya hingga terjatuh. Gendis dan anaknya lari ke hutan dan tinggal di sebuah saung untuk bersembunyi. Tapi, tak lama kemudian anak Gendis sakit. Ketika bersusah payah merawat anaknya dan bertahan hidup, Karta telah kembali ke dukun untuk menyantet Gendis karena tidak berhasil menemukannya. Kini, Karta ingin Gendis mati perlahan seperti Sanjaya. Gendis tiba-tiba merasa payudaranya terbakar, sakit, dan terus membesar. Ia tidak lagi bisa merawat anaknya. Wajah Gendis juga rusak dan menjadi busuk. Ibu dan anak itu hanya terbaring lemah di saung menahan sakit dan lapar hingga akhirnya keduanya meninggal. Kematian Gendis ada campur tangan demit hutan yang membuatnya gentayangan. Rupanya, Gendis menyimpan dendam pada Karta dan mendatanginya. Ia gentayangan dan membunuh Karta dengan cara sangat tragis. Sejak kematian Karta, Gendis senang bergentayangan di desa dan menculik anak-anak karena ia terobsesi pada mereka. Ia selalu mengembalikan anak-anak itu meski dampaknya fatal, yaitu anak menjadi pendiam dan sering melamun. Sejak itu, hantu Gendis dijuluki wewe gombel. Wewe adalah nama demit, sedangkan gombel diambil dari nama bukit gombel tempat Gendis sembunyi di hutan. Sehingga, wewe gombel adalah hantu yang berasal dari bukit gombel dan sangat ditakuti kala itu.
This comment has been removed by the author.
ReplyDelete